Jumat, 06 November 2015

EveryDay Is Beautiful
                                            



                                                       Everyday Is Beautiful

Hari ini , Minggu . ayah Aina libur . inilah waktu yang tepat buat Aina untuk lebih dekat dengan ayah . dia pun meminta ayah untuk pergi ke Dufan bersamanya . dia ingin menonton Film 4D disana.
    " Ayah , kita pergi ke Dufan yuk! kita nonton 4D, " pinta Aina.
    " Ayo , mau berangkat kapan?" tanya Pak Samad ( ayah Aina ).
    " Sekarang dong," Jawab Aina.
Aina , Ibu & Ayah langsung bersiap - siap . Aina memakai baju lengan panjang bermotif bunga dan kerudung bermotif sama , sedangkan ayah memakai kaos putih dan celana panjang abu-abu . mereka berangkat dengan mobil sedan abu-abu.
NIITNIIIT.....! Tiba-tiba , Handphone ayah berbunyi . rupanya , itu telepon dari bosnya tentang proyek yang dikerjakan oleh ayah.
Ihh , Ayah! hari libur  asih aja ngomongin pekerjaan , Ucap Aina dalam batin. Aina jadi merasa kesal karna ayah terus saja membicarakan urusan kantor di sepanjang jalan.
    " Aina , kok cemberut terus , Sih? " tanya Ibu Hamidah ( ibu Aina ).
sementara itu , ayah masih saja berbicara dengan bosnya di telepon meskipun mereka telah berada di Dufan. Aina jadi berpikir bahwa ayah lebih mementingkan pekerjaan dari pada anaknya sendiri.
Akhirnya........
    " Ayah , sebenarnya kita mau jalan-jalan atau ngurusin pekerjaan sih? " tanya Aina kesal
    " Aina , kok ngomongnya gitu? " kata pak Samad
    " Astagfirullah.......maaf ya ayah," kata Aina.
Pak Samad terdiam . beliau berpikir tentang kesalahan yang mungkin diperbuatnya sehingga Aina berbicara seperti itu kepadanya . mereka pun berjalan ke arah Gelanggang Samudra untuk menonton Film 4D.

Sesampainya dirumah , Pak Samad langsung menghampiri Aina......
    " Aina , kenapa kamu tadi bicara begitu kepada Ayah? " tanya pak Samad.
    " Maaf ayah . Aina keceplosan," jawab Aina
    " seharusnya , ayah yang minta maaf ," keluh Pak Samad
    " tidak , ayah . seharusnya Aina yang minta maaf ," Keluh Aina lagi
mereka pun sama-sama meminta maaf . Pak Samad menyadari bahwa perhatiannya pada Aina memang kurang. selama ini , beliau hanya memperhatikan pekerjaannya saja. sementara itu , Aina bernyanyi untuk Ayah , lagu yang berjudul Papa .
    " Ayah , aku punya lagu buat ayah . dengerin ya! " Pinta Aina
    " Satu , Dua , Tiga! " kata ayah
    " Udah , aku aja yang menghitung," Pinta Aina
Pak Samad meneteskan air mata mendengar suara Aina yang begitu merdu . dia pun memeluk putrinya itu dengan erat . Ayah & Anak itu sama-sama berurai air mata.

Keesokan harinya , karna para guru mengadakan rapat , Aina pun libur. Pak Samad berniat untuk mengajak Aina makan bersama di Restoran Salad Bread. Aina yang sudah bangun dari pukul setengah lima subuh , langsung mandi & memakai baju hijau . dia senang karna ayah mengajaknya Sarapan di Salad Bread , restoran langganan mereka.
Aina memesan Cokelat hangat & roti lapis isi sayuran , sedangkan ayah memesan kopi hangat & salad. mereka pun makan dengan lahapnya. setelah itu , mereka pergi ke TimeZone di Mall Lippo Cikarang . di Sana , mereka memainkan semua permainan yang ada . hari itu , bener-bener menjadi harinya Ayah dan Aina.
Setelah puas dengan semua permainan di TimeZone , mereka pergi ke panti asuhan untuk menyumbangkan rezeki yang sudah mereka dapatkan selama ini . di sana , Aina menyanyikan sebuah lagu dari Fergie yang berjudul Big Girls Don't Cry.......

Suara Aina yang merdu membuat hati anak-anak panti asuhan senang , bahkan mampu menghapus semua kesedihan tentang keluarga mereka . Aina merasa bahagia melihat anak-anak itu tersenyum lebar menikmati suaranya.
Ternyata , di panti Asuhan itu sedang ada Produser yang selalu mencari penyanyi cilik berbakat. setelah mendengar suara Aina , Produser itu berniat  mengorbitkan Aina sebagai penyanyi cilik.
    " Nama Adik siapa? " tanya Produser tersebut
    " Nama saya Aina," jawab Aina
    " Adik mau jadi penyanyi , tidak? " tanya produser itu lagi . Aina bertanya kepada Ayah dan ayah membolehkannya.
    " Boleh , saya Mau," jawab Aina kepada Produser tersebut. 
    " Ini Kartu Nama saya. minggu depan, pukul sepuluh pagi , adik datang ke tempat ini ya! "
pinta produser tersebut.
    " baik , pak," jawab Aina. hati Aina berbunga-bunga membayangkan suaranya bisa didengar diseluruh Indonesia.

Sesampainya dirumah.......
    " Ibu.....! Ibu.....! " Teriak Aina.
    " ada apa , Aina? " tanya ibu Hamidah.
    " Aina ditawarin Produser untuk jadi penyanyi cilik . minggu depan , Aina harus datang ke tempat ini pukul sepuluh pagi," jawab Aina sambil memberikan kartu nama produser itu kepada ibu. Ibu kaget juga mendengar berita tersebut. dia langsung memeluk Aina & menangis haru.
    " berarti , ibu mengizinkan Aina menjadi penyanyi cilik , dong," tanya Aina.
    " Iya , ibu mengizinkan . tapi kamu tidak boleh meninggalkan pelajaran kamu . harus seimbang mengatur waktu! " kata ibu Hamidah mengingatkan.
    " Sip , deh," Jawab Aina.
    " Ya sudah , sekarang kamu Sholat Ashar dulu," perintah Ibu Hamidah.
    " Jalan-jalan , kok sampai sore begini . Waktu Shalat Ashar hampir Habis." 
    " Iya , Iya Maaf bu.." kata Aina

Malam Itu , Setelah mengerjakan Shalat Isya , Aina pun beranjak ke pembaringan untuk tidur. 
    " Ya Allah....terima kasih atas semua yang Engkau berikan untuk hari ini . mudah-mudahan , besok lebih baik daripada hari ini , Amin, " Ucap Aina dalam Do'anya.


contoh syair a-a-a-a

Syair Abdul Muluk

Berhentilah kisah raja Hindustan,
Tersebutlah pula suatu perkataan
Abdul Hamit syah padaku sultan,
Duduklah baginda bersuka-sukaan.

Abdul Muluk putra baginda,
Besarlah sudah bangsawan muda,
Cantik majelis usulnya syahdam
Tiga belas tahun umurnya ada.

Paras elok amat sempurna,
Petah menjelis bijak laksana,
Memberi hati bimbang gulana,
Kasih kepadanya mulia dan hina


 TAK PUTUS DIRUNDUNG MALANG
Dua anak yatim piatu mengalami cobaan silih berganti. Banyak orang yang tidak peduli atau pun menolong. Mereka hanya berjuang berdua. Sampai akhirnya sang adik perempuan meninggal, sang kakak jadi makin tertekan dan lemah, dan pada akhirnya juga meninggal dunia.
Sebuah keluarga tidak mempunyai seorang ibu, hanya ada seorang ayah dan dua orang anak yang sudah menjadi piatu. Anak laki-laki bernama Mansur dan yang perempuan bernama Laminah.
Keluarga miskin ini berada di Dusun Ketahun di Bengkulu. Cobaan kembali datang pada Mansur dan Laminah ketika ayah mereka juga meninggal. Sekarang kedua anak tersebut menjadi yatim piatu dan tidak mempunyai harta sama sekali.
Setelah itu mereka diasuh oleh bibi yang bernama Jepisah. Bibi mereka selalu bersikap baik terhadap mereka. Pertama kali saat mereka tinggal bersama Jepisah, mereka diperlakukan seperti anak sendiri oleh Jepisah dan suaminya yang bernama Madang.
Tapi sayang, setelah beberapa hari kemudian mereka kembali harus merasakan pahitnya kehidupan. Suami Jepisah mulai berbuat yang tidak baik terhadap mereka. Madang sering mengeluarkan kata-kata keras dan kasar kepada mereka, bahkan memukul atau menendang. Sementara bibi Jepisah sangat menyayangi mereka berdua.
Mansur dan Laminah tetap bersabar sampai akhirnya sebuah kesalah pahaman menjadikan mereka harus pergi meninggalkan bibi yang sangat mereka sayangi itu. Mereka lalu menginap di tempat Datuk Halim dan istrinya yang bernama Seripah.
Keadaan mereka saat itu lebih baik. Mereka diperlakukan seperti seorang yatim piatu yang memang benar-benar harus disayangi dan dikasihi. Namun karena merasa sudah sangat merepotkan, mereka berdua berencana untuk pergi merantau ke kota Bengkulu dan meninggalkan Dusun Ketahun.
Setelah tiba di kota Bengkulu, tepatnya di kampung Cina, mereka dipekerjakan oleh seorang toke yang memiliki sebuah toko Roti. Dalam beberapa tahun mereka hidup dengan tenang disana.
Tapi ketenangan mereka kembali terganggu setelah datangnya seorang pegawai baru di toko itu yang bernama Sarmin. Sikap Sarmin sangat menakutkan. Badannya kekar berotot. Laminah merasa sangat terganggu akan keberadaan Sarmin.
Seringkali Laminah harus menangis tersedu karena rasa takutnya terhadap Sarmin. Oleh karena itu, Mansur bertekad memberi peringatan terhadap Sarmin. Perkelahian pun tidak dapat dihindari lagi.
Lalu Mansur beserta adiknya memutuskan untuk mencari pekerjaan ditempat lain. Tanpa disangka mereka pun kembali merasakan kejamnya kehidupan.
Mansur harus di bawa ke kantor polisi dan terpaksa mendekam di dalam sel setelah dituduh mencuri uang.
Laminah terpaksa menerima kenyataan pahit itu, dan harus rela hidup sendirian tanpa saudaranya. Apalagi ia kembali terusik oleh Darwis, temannya dulu ketika masih bekerja di toko Roti.
Laminah hampir diperkosa oleh Darwis laki-laki yang tidak punya perasaan tersebut. Ia tidak tahan lagi akan kehidupan pahit yang sering dialaminya. Pada akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tebing curam ke lautan luas.
Sementara Mansur akhirnya keluar dari penjara, setelah beberapa lama mendekam disana. Mansur akhirnya bisa merasakan kembali udara segar kota Bengkulu. Tak lama sesudah itu, kabar mengenai kematian adiknya pun terdengar olehnya.
Sekarang Mansur hanya hidup sendiri setelah ditinggal mati ibu, ayah dan adiknya. Ia berusaha tetap tabah mengahadapi kenyataan tersebut. Sampai akhirnya malapetaka pun datang.
Pikiran dan perasaan Mansur makin tertekan karena terlalu banyak memikirkan kehidupan yang baginya semakin kejam dan menyiksa. Badannya menjadi lemah tidak bertenaga, sampai akhirnya ketika sedang berlayar ia jatuh pingsan dan tenggelam ke lautan. Jenazahnya tidak diketemukan dan menghilang.














Falsafah dan Karakteristik Sosial-kultural Budaya Minangkabau

Falsafah dan Karakteristik Sosial-kultural Budaya Minangkabau

A. Falsafah Sosial-kultural budaya minangkabau
-          Filosofi “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”
Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah adalah kerangka  pandangan hidup orang Minangkabau yang memberi makna hubungan antara manusia, Allah Maha Pencipta dan alam semesta. Sesungguhnya Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai konsep nilai, yang kini menjadi jati diri orang Minangkabau, lahir dari kesadaran sejarah masyarakatnya melalui proses pergulatan yang panjang. Semenjak masuknya Islam ke dalam kehidupan masyarakat Minangkabau terjadi titik temu dan perpaduan antara ajaran adat dengan Islam sebagai sebuah sistem nilai dan norma dalam kebudayaan Minangkabau yang melahirkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah bertujuan untuk memperjelas kembali jati diri etnis Minangkabau sebagai sumber harapan dan kekuatan yang menggerakkan ruang lingkup kehidupan  dan tolok ukur untuk melihat dunia Minangkabau dari ranah kehidupan berbangsa dan bernegara, dan dalam pergaulan dunia.
Islam masuk ke Minangkabau mendapati suatu kawasan yang tertata  rapi dengan apa yang disebut “adat”, yang mengatur segala bidang kehidupan manusia dan menuntut masyarakatnya untuk terikat dan tunduk kepada tatanan adat tersebut. Landasan pembentukan adat adalah “budi” yang diikuti dengan akal, ilmu, alur dan patut sebagai adalah alat batin yang merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk. Islam membawa tatanan apa yang harus diyakini oleh umat yang disebut aqidah dan tatanan apa yang harus diamalkan yang disebut syariah atau syarak
            Adat dipahami orang Minangkabau sebagai suatu kebiasaan yang mengatur hubungan sosial yang dinamis dalam suatu komunitas, (seperti suku, kampung, dan nagari. Sebagai sebuah sistem nilai dan norma, adat mempengaruhi perilaku individu dan masyarakat yang mewujudkan pola perilaku ideal. Titik temu antara Adat dan Islam, dapat dilacak melalui pandangan “teologis” terhadap alam semesta.
Pandangan orang Minangkabau terhadap alam terlihat dalam ajaran; pandangan dunia (world view) dan pandangan hidup (way of life) yang seringkali mereka tuangkan melalui pepatah, petitih, mamangan, petuah, yang diserap dari bentuk, sifat, dan kehidupan alam.
       Nilai dasar dari Adat Bersendi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah adalah nilai ilahiyah dan insaniyah yang mendapat legitimasi dari Adat dan Islam sebagai rujukannya. Nilai-nilai ilahiyah muncul dari proses pembacaan atas semesta “Alam Takambang Jadi Guru”. Allah, melalui penciptaan alam semesta memperlihatkan Kekuasaan-Nya.
Kedua kekuatan nilai-nilai ilahiyah dan insaniyah sebagai landasan nilai Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah memiliki prinsip-prinsip dasar sebagai patokan dalam kehidupan bermasyarakat. 
1.   Prinsip kebenaran, merupakan nilai dasar yang mutlak dalam pergaulan umat manusia pancaran dari hakikat “tawhid” dan menjadi ‘modal dasar’ dalam setiap jiwa insan sebagai khalifah-Nya. Tawhid atau jiwa ketuhanan adalah konsep penghambaan  dari pembebasan manusia dengan Allah.
Alurnya adalah “kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka pangulu, pangulu barajo ka mufakat, mufakat barajo ka nan bana. Nan ‘bana tagak dengan sendiri”  – Al haqqu mir arrabihim.
2.    Prinsip keadilan adalah bagian yang menggerakkan kehidupan manusia. Tanpa keadilan kehidupan masyarakat akan selalu goyah
3.    Prinsip kebajikan  akan lebih bermakna jika ditopang oleh prinsip kebenaran dan  prinsip keadilan yang  melahirkan kehidupan insan yang lebih bermakna.
       Kebenaran, keadilan dan kebajikan merupakan “tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan”. Kebenaran menjadi landasan teologis atau nilai dasar, sedangkan keadilan merupakan nilai operasionalnya.
Dalam Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah juga terkandung prinsip dasar dan nilai operasional yang melembaga dalam struktur sosial masyarakat Minangkabau :
1.         adab dan budi, inti  dari ajaran adat Minangkabau, sebagai  pelaksanaan dari prinsip adat. “indak nan indah pado budi, indak nan elok dari baso” .
 2.          kebersamaan, Di dalam masyarakat yang beradat dan beradab (madani) mempunyai semangat kebersamaam, sa-ciok bak ayam, sadancing bak basi”..
3.         keragaman masyarakat yang terdiri dari banyak suku  dan asal muasal dari berbagai ranah  bersatu dalam kaedah “hinggok mancakam, tabang basitumpu”, menyesuaikan dengan   lingkungan dan saling menghargai, dima bumi dipijak, disatu langit dijunjung.
4.          kearifan, kemampuan menangkap perubahan yang terjadi, sakali aia gadang, sakali tapian baralieh, sakali tahun baganti, sakali musim batuka,”
5.         tanggungjawab sosial yang adil, seia sekata menjaga semangat gotong royong. Semua  dapat merasakan dan memikul tanggung jawab bersama pula. Saketek bari  bacacah, banyak bari baumpuak, Kalau tidak ada, sama-sama giat mencarinya, dan sama pula menikmatinya.
6.         keseimbangan antara  kehidupan rohani dan jasmani berujud dalam kemakmuran, Munjilih di tapi aia, mardeso di paruik kanyang.  Memerangi kemaksiatan, diawali dengan menghapus kemiskinan dan kemelaratan.Rumah gadang gajah maharam, lumbuang baririk di halaman, lambang kemakmuran.
7.         toleransi sesuai dengan pesan Rasulullah, bahwa sesungguhnya zaman berubah, masa berganti. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat Minangkabau diarahkan kepada pandai hidup dengan jiwa toleran.
8.         kesetaraan, timbul dari sikap bermusyawarah yang telah hidup subur dalam masyarakat Minangkabau.  Sejalan dengan itu diperlukan saling tolong menolong  dengan moral dan buah pikir dalam mempabanyak lawan baiyo (musyawarah),   melipat gandakan teman berunding. Sikap musyawarah membuka pintu berkah dari langit dan bumi. Kedudukan pemimpin,didahulukan selangkah, ditinggikan seranting.
9.          kerjasama mengutamakan  kepentingan orang banyak dengan sikap pemurah yang merupakan  sikap mental dan kejiwaan yang tercermin dalam mufakat
10.        sehina semalu.
11.        tenggang rasa dan saling menghormati
12.        keterpaduan, saling meringankan dengan kesediaan memberikan dukungan dalam kehidupan. barek sapikua, ringan sajinjiang”, Kerja baik dipersamakan dengan saling memberi tahu sanak saudara dan jiran. “Karajo baiak baimbauan, karajo buruak baambauan.



Cabang Olahraga Atletik: Lompat Jauh
Kategori : Atletik

Lompat jauh merupakan salah satu jenis olahraga kelompok atletik yang populer diperlombakan dalam kompetisi dunia termasuk Olimpiade. Jika didefenisikan, maka secara sederhana apa yang dimaksud dengan lompat jauh adalah upaya mencapai jarak paling jauh dengan satu kali tolakan. Tujuan dalam lompat jauh adalah memindahkan tubuh dari satu tititk ke titik lainnya dengan sekali lompatan yang dimulai dengan awalan berlari kemudian menolak, selanjutnya melayang dan terakhir mendarat pada titik paling jauh. Cabang lompat jauh ini dibagi lagi ke dalam 3 kategori yakni lompat jauh gaya jongkok atau Tuck, lompat jauh gaya menggantung atau Hang Style, serta gaya berjalan di udara atau Walking In The Air. Ketiga gaya tersebut dibagi berdasarkan sikap badan seorang atlit saat ia sedang dalam keadaan melayang. Sementara itu, gerakan awalan, tumpuan serta pendaratan tidak memiliki perbedaan antara gaya yang satu dan gaya lainnya.

Dalam melakukan lompat jauh, ada abeberapa hal yang menjadi faktor keberhasilan antara lain:
  1. Kemampuan membangun daya momentum.
  2. Kemampuan memindahkan momentum baik itu gaya vertical maupun horizontal.
  3. Kemampuan menyatukan kedua gaya tadi dengan tenaga yang ada saat melakukan lompatan
Saat berbicara soal teknik lompat jauh, ada 4 hal yang paling penting yakni awalan, tolakan, sikap badan saat di udara dan terakhir pendaratan.

Awalan

Gerakan awal dalam lompat jauh dimulai dengan berlari secepat mungkin. Gerakan lari ini dilakukan semaksimal mungkin untuk mendapatkan tolakan terbaik. Pada saat berlari, pelari sedang mengusahakan kecepatan secara horizontal yang kemudian akan diubah menjadi kecepatan vertical dengan cara melakukan tolakan. Pada saat melakukan awalan, seorang atlit harus memperhatikan beberapa hal antara lain:
  1. Memahami jarak awalan dengan tenaga yang dibutuhkan untuk melompat. Misalnya pelari pemula, untuk mendapatkan kecepatan maksimal ia bisa mengambil jarak lari sekitar 35 meter. Sementara bagi mereka yang telah terlatih, jarak tempuh awalan lari bisa berkisar 45 meter.
  2. Hal penting di awalan adalah posisi beridri. Hal ini tidak diatur secara baku tetapi bergantung pada kebiasaan para atlit. Pilih kebiasaan yang menghasilkan jarak lompatan maksimal.
  3. Pada saat memulai awalan harus dengan lari yang pelan dan kemudian perlahan mempercepat laju lari. Terkait kecepatan, atlit harus bisa mempertahankan dinamikanya sampai ia melakukan tolakan.
  4. Saat atlit telah mencapai kecepatan yang paling maksimal, maka gerakan lari dilepas begiutu saja dengan tanpa mengurangi kecepatan yang diperoleh pada saat berlari.
Tolakan

Tolakan merupakan proses dimana di dalamnya mencakup perpindahan kecepatan yang sbeelumnya horizontal menjadi vertical. Tolakan dilakukan dengan sangat cepat dan kuat dengan tujuan agar tubuh terangkat ke atas dari titik satu ke titik berikutnya sejauh mungkin. Tolakan merupakan gerbang menuju poisis tubuh atlit pada saat ia melayang menuju titik terjauh lompatannya. Tolakan yang baik selalu melibatkan kekuatan kaki juga kombinasi ayunan kaki dan tangan yang dimulai dari posisi depan ke atas. Untuk mendapatkan tolakan yang sempurna, seorang atlit harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
  1. Kaki haruslah kuat sebab ia merupakan tumpuan sebelum melayang.
  2. Saat hendak bertumpu, atlit harus mampu melakukannya saat ia tepat berada pada papan tumpuan.
  3. Dalam keadaan bertumpu, tangan sebaiknya ikut diayunkan. Demikian juga kaki. Kaki diayunkan dengan cara mengangkatnya tinggi hingga pinggul dan berada dalam posisi lutut yang ditekuk.
Posisi Atau Sikap Badan Saat Di Udara

Sikap badan ini terkait saat aatlit lompat jauh sedang berada di udara menuju titik lompatan sekanjutnya. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa sikap badan ini setidaknya ada tiga jenis yakni sikap badan yang seolah menggantung, berjalan dan dan jongkok.

Pendaratan

Mendarat merupakan tahapan terakhir di dalam proses olahraga lompat jauh. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak mendarat, antara lain:
  1. Dilakukan dengan konsentrasi serta daya sadar yang penuh agar gerakan yang tidak perlu bisa dihindari.
  2. Agar tidak terasa sakit, pendaratan harus dilakukan dengan memastikan kedua kaki sejajar dan bagian tumit mendarat pertama kali dengan posisi seperti sedang menjepit.
  3. Sebelum tumit atlit lompat jauh benar-benat menyentuh medium pendaratan, ia harus benar-benar meluruskan kakinya ke depan. Hal ini dimaksudkan agar jarak di anatar kedua kakinya tidak terlalu berjauhan. Apabila terlalu lebar jaraknya akan mengurangi jarak jauhnya lompatan yang dicapai.
  4. Saat mendarat, pastikan tumit segera berpijak agar pantat tidak mendarat di medium pasir.
  5. Setelah mendarat, pastikan tidak keluar atau kembali ke tempat awalan sebab membuat pengukuran berubah. Dan jika bergerak ke belakang tentu jarak lompat akan berkurang.
Olahraga lompat jauh ini memang seru. Mereka yang berniat menjadi seorang atlit professional haruslah memiliki kecepatan, kekuatan, daya ledak, keseimbangan, keterampilan serta koordinasi yang bagus. Hal ini tentu tak mudah, tetapi latihan teratur akan membuat segalanya bisa dicapai dalam olahraga.


KONSEP – KONSEP DALAM SOSIOLOGI
1. INTERAKSI SOSIAL Interaksi adalah suatu hubungan timbal balik untuk mancapai suatu keinginan, tujuan maupun penyampaian maksud untuk hidup bersama dengan manusia lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
2. KONTAK SOSIAL Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Kontak sosial merupakan awal terjadinya interaksi social baik dilakukan secara langsung ataupun tidak.
3. KOMUNIKASI adalah “suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
4. KONFLIK Konflik sosial adalah suatu keadaan masyarakat yang mengalami suatu pertikaian antara anggotanya yang mengakibatkan terancamnya keutuhan msyarakat tersebut yang dilator belakangi dengan perbedaan kepentingan antar anggota.
5. INDIVIDU individu adalah orang, seorang, pribadi atau perseorangan.
6. ORGANISASI Organisasi merupakan artikulasi dari bagian-bagian yang merupakan suatu kesatuan fungsional. Yang mana bagian-bagian yang dimakasud adalah kumpulan dari beberapa anggota yang membentuk suatu komunitas.
7. AKULTURASI Akulturasi adalah peleburan dua unsure kebudayaan yang berbeda tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan masing-masing.
8. NORMA Norma (norm) adalah standar perilaku.
9. NILAI Nilai adalah gagasan mengenai apakah pengalaman berarti atau tidak berarti. Nilai mengarahkan perilaku dan pertimbangan seseorang.
10. AGAMA Agama merupakan pedoman hidup untuk meraih kebahagiaan disunia dan diakhirat. Sebagai umat beragama, seseorang harus menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan Tuhan.
11. WEWENANG Wewenang adalah kekuasaan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang, yang mempunyai dukungan atau mendapat pengakuan dari masyarakat.
12. LINGKUNGAN Lingkungan adalah (1) daerah (kawasan dsb) yg termasuk di dalamnya; (2) bagian wilayah dl kelurahan yg merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintahan desa
13. INTEGRASI Integrasi (integration) adalah suatu proses pengembangan masyarakat dimana segenap kelompok ras dan etnik mampu berperan serta secara bersama-sama dalam kehidupan budaya dan ekonomi.
14. DIS INTEGRASI Disintegrasi adalah suatu keadaan dimana tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu kebulatan yang dikarenakan adanya pertentangan-pertentangan. Disintegrasi dapat dirumuskan sebagai suatu proses berpudarnya norma-norma dan nilai-niai dalam masyarakat karena peubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.
15. KELOMPOK SOSIAL Salah satu penggunaan istilah mengartikan kelompok sebagai setiap kumpulan manusia secara fisik yang tidak memiliki ikatan kebersamaan apa-apa, kecuali jarak fisik yang dekat. Pengertian yang kedua adalah sejumlah orang yang memiliki persamaan ciri-ciri tertentu. Pnggunaan lainnya mendefinisikan kelompok sebagai sejumlah orang yang memiliki pola interaksi yang terorganisasi dan terjadi secaraberulang-ulang.
16. PROSES SOSIAL Proses Sosial adalah cara berhubungan yang dapat dilihat apabila individu dan kelompok saling bertemu dan menentukan system serta bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Atau dengan kata lain, proses social diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
17. PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian social (social control) adalah segenap cara dan proses yang digunakan oleh suatu kelompok atau masyarakat untuk menjamin terciptanya konformitas para anggotanya terhadap harapan kelompok atau masyarakat itu.
18. PERUBAHAN SOSIAL Perubahan Sosial (Social change) adalah Perubahan dalam struktur social dan jalinan hubungan dalam masyarakat ; seringkali penggunaannya dipertukarkan dengan istilah perubahan budaya.
19. STRATA SOSIAL Strata Sosial adalah menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise
20. SISTEM SOSIAL Sistem Sosial dapat diartikan sebagai suatu keseluruhan dari unsur-unsur sosial yang berkaitan dan berhubungan satu sama lain serta saling mempengaruhi dalam suatu kesatuan atau kebulatan.
21. PENYIMPANGAN SOSIAL “Penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai suatu pelanggaran terhadap norma-norma keelompok atau masyarakat”


BLIND LISTENING

A stupid man was sent by his father to sell salt. He first went to a mining area but nobody there wanted his salt. When he returned home, his father told him that if he had helped the miners to dig, they would have bought his salt.

The man next went to a house where a wedding was taking place. There he dug a huge hole. This made the people angry and they chased him away. When he returned home, his father told him that if he had beaten a drum and danced instead, the people there would have bought salt from him.

Then, he went to a village where there happened to be a fire. Rushing to the place, he started drumming and dancing, only to be thrown out by the people. His father told him that he should have poured water on the fire instead, if he wanted to sell salt there.

In the next place he went to, a couple were fighting with each other. The foolish man poured a bucketful of water on them, again to be chased away. His father later told him that he should have tried to settle the quarrel, in which case they would have bought salt from him.


In the final event, the man saw two bulls fighting with each other. He stepped in to stop the fight and was gored to death by angry bulls.